30 Maret 2009

Refleksi

Asslamu'alaikum.Wr.Wb

Ini merupakan kisah nyata yang saya angkat dari kisah seorang sahabat saya, yang belum lama ini Ayahandanya pergi di panggil sang khalik.
Bukan bearti mengumbar-umbar cerita, tapi ini benar benar untuk refleksi...

Di suatu pagi yang cerah, tanpa ada sakit yang diderita,tiba-tiba ayah teman saya, sebut saja Om Ridwan(Red, bukan nama sebenernya) terserang serangan jantung yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Om Ridwan yang saat itu berusia 50 tahun, terbilang sehat wal'afiat tidak pernah mengeluhkan mendrita sakit apapun, dan saat itu dia pun di panggil oleh Allah SWT,

Om Ridwan, adalah sosok ayah yang sangat di cintai oleh anak-anaknya, selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak, mulai dari pendidikan , hiburan pokonya di cukupkan segala kebutuhan keluarga olehnya, dimata Tante Anty ( Red, bukan nama sebenarnya) istri Om Ridwan, dia adalah suami yang sangat penyayang, selalu memberikan kejutan.

Berita mengejutkan terjadi ketika 3 hari setelah kematiannya, tiba-tiba billing statement salah satu Bank itu datang ke rumahnya, tidak ada yang salah sampai disini, hanya saja saat itu langsung ke tangan si anak no. 3, biasanya tidak ada satupun billing pribadi yang berani dibuka oleh anak-anaknya, saat itu Tasha( red , bukan nama sebenarnya) melihat billing statement ayahnya yang menggesek kartu tersebut di Bangkok 3 minggu sebelum kematiannya, yang lebih menyakitkan lagi, tidak ada seorangpun yang tahu kalo sang ayah itu berangkat ke Bangkok, beliau hanya izin dinas luar kota saja di medan, itupun hanya 2 hari.

Melihat billing itu, Tasha segera memberi tahu ibunya, dan ibunya pun shock, lalau ibunya ber inisiatif untuk mem print out semua rekening bank Om Ridwan , sungguh hal yang belum pantas dilakukan karena masih 3 hari kuburan suaminya pun belum kering.

Dan kekhawatiran itupun menjelma, dari hasil prin out tersebut setiap bulannya Om Ridwan rutin mentrasfer ke rekening bank tertentu dengan jumlah yang tidak sedikit, Rp.5000.000,- ke rekening bank, yang tidak satupun anggota keluarga nya miliki, baik keluarga inti maupun keluarga luar dan kerabat.

Sayang pihak Bank tidak mau memberikan ke atas nama siapa, uang tersebut di transfer.

Kesakit hatian tante Anty memuncak setelah seorang perempuan mengirimkan SMS ke Hp Alm. Om Ridwan dengan isi seperti ini:
" Mas, kok udah 4 hari ga ngabarin aku? kamu sama istrimu yah???Bls.Urgnt!"


Dari cerita ini, teman saya pun akhirnya curhat ke saya, katanya dia sudah hilang pegangan, dia sangat tidak menyangka tentang hal ini. Ayahnya ternyata berselingkuh...Dan teman saya ini pun bertanya:
" Nty, kalo kaya gini kira-kira nasib bokap gw di alam kubur gmn ya?trus gmn dong ngadepin nyokap gw yang Uncontrolable?"

Saya membuka sebuah lembaran surat di Al Qur'an:
( Q.S Al Baqarah 284-286)
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi dan jika kamu melahirkan apa yang ada di hatimu atau kamu menyembunyikannya niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikendekainya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya dan Allah maha kuasa ats segala sesuatu.Semuanya beriman kepada Allah, malaikat2Nya, kitab2Nya, dan rasul2Nya(mereka mengatakan):
" Kami itdak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul2Nya dan mereka mengatakan Kami dengar dan kami taat.
(Mereka berdo'a) :
Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia akan menapat pahala dari kebajikannya, dan ia akan mendapat siksa dari kejahatan yang dilakukannya.
" Ya Tuhan kami janganlah Engkau
hkum kami,jka kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kpd orang2 sebelum kami.Ya Tuhan kami, janganlah Kau pikulkan beban yang kami tidak sanggup memikulkannya.Beri maaflah kami, ampunilah kami,dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami dari kaum2 kafir.

Dari petikan ayat diatas semoga teman saya ini benar- benar memasrahkan masalahnya kepada Allah, dan mendo'akan ayahnya agar terhindar dari adzab Allah, karena do'a anak yang shaleh dapat
menolong seseorang dari bara api neraka...

Demikaian kisah refleksi dar saya..
Wassalam Wr.Wb

from Dainty Octaviani
 

Keluarga zahwan | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL