10 November 2008

Dalam Islam istri tidak wajib memasak & mengurus rumah

Semoga cerita ini bisa menjadi masukan bagi miliser semua dalam
mengambil sikap ketika melayai suami

Fathimah az-zahra r.a dan Gilingan Gandum

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra
r.a. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis
padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu
sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "Apa yang
menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak
menyebabkan matamu menangis". Fathimah r.a. berkata, "Ayahanda,
penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan ananda
menangis".
Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah r.a.
melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta
Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah (pembantu) untuk
menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah
SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan
tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam
penggilingan tangan itu seraya mengucapkan
"Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan
sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke
dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya
sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih
kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir
syair itu digilingnya.
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar
dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu
penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa
menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam
bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang
telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya,
kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan
Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah
mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan
apa yang dititahkan".
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke
dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu
penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari
batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah
penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki
wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya
untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu
beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan
diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan
anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji
gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling
gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan
neraka tujuh buah parit.
Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan
menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan
mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada
seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang
bertelanjang.
Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat
tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum
air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami
terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan
aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha
suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah
SWT?.
Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam
rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT
akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan
menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak
melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang
berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan
anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari
ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan
dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya
kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT
akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta
beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.
Perempuan mana yang mengurus suaminya dalam sehari semalam dengan baik
hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni
dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan
pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan
rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah
untuknya seribu pahala haji dan umrah.
Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka
Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.
Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat
untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka
berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah
'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu
dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".
Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan
janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka
Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah
SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya
menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan
menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas
titian Shirat".

Subhanallah, Allah menjanjikan banyak sekali kebaikan bagi perempuan
yang ikhlas mengurus keluarganya. †Perempuan yang mengurus suaminya
dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar
maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan
memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya
dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu
kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan
umrah.†Kenapa kita sebagai istri masih mempermasalahkan siapa
mengerjakan apa. Apa anda tidak tertarik dengan yang dijanjikan oleh
Allah tersebut? Mari kita berlomba-lomba mengejar kebaikan tersebut.
 

Keluarga zahwan | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL